Gayo Lues -Kerusakan parah jalan lintas provinsi di Kabupaten Gayo Lues kian memperlihatkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap wilayah tengah Aceh. Dua jalur utama, lintas utara dan lintas selatan, hingga kini masih dalam kondisi rusak berat pascabencana banjir hidrometeorologi beberapa bulan lalu, tanpa perbaikan signifikan.Kamis( 2/4/26).
Di lapangan, badan jalan tampak dipenuhi lumpur tebal, berlubang, dan tertutup material longsor. Sejumlah titik bahkan tidak bisa dilalui kendaraan. Jalur penghubung Kecamatan Pining menuju Aceh Timur menjadi yang paling parah karena dilaporkan putus total, memutus akses vital antarwilayah.
Ketua Lembaga Leuser Aceh (LLA), Wahid Fadli, menilai kondisi ini sebagai bentuk pembiaran. Ia menyebut kerusakan yang berlarut-larut tanpa penanganan menunjukkan pemerintah provinsi tidak serius menangani infrastruktur di kawasan tersebut.
“Ini bukan lagi sekadar kerusakan akibat bencana, tapi sudah masuk kategori pembiaran. Jalan provinsi di Gayo Lues hancur dan tidak ada langkah nyata. Jalur Pining ke Aceh Timur putus total, tapi tidak kunjung diperbaiki,” kata Wahid.
Akibat kondisi tersebut, aktivitas masyarakat terganggu. Distribusi logistik tersendat, harga kebutuhan pokok meningkat, dan mobilitas warga menjadi terbatas. Dalam kondisi darurat, warga harus menempuh jalur rusak dengan risiko tinggi, termasuk untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Hingga saat ini, belum ada kejelasan dari pemerintah provinsi terkait rencana penanganan maupun perbaikan menyeluruh. Kondisi ini memperkuat kesan bahwa wilayah Gayo Lues masih terpinggirkan dalam prioritas pembangunan infrastruktur di Aceh.( Ns).






























