Jalan Hancur, Pemerintah Provinsi Dinilai Tutup Mata

REDAKSI GAYO LUES

- Author

Kamis, 2 April 2026 - 05:39 WIB

5010 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues -Ketua Lembaga Leuser Aceh, Wahid Fadli, melontarkan kritik keras terhadap Pemerintah Provinsi Aceh yang dinilai abai terhadap kerusakan infrastruktur di wilayah tengah.

Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi mobilitas warga kini berubah menjadi kubangan lumpur, tak bisa dilalui kendaraan, bahkan membahayakan pengguna yang nekat melintas.

Pantauan di lapangan menunjukkan badan jalan hancur, dipenuhi lumpur tebal dan alur yang dalam. Kondisi ini diduga akibat minimnya perawatan serta buruknya drainase, diperparah oleh aktivitas yang merusak struktur tanah di sekitar kawasan tersebut. Akses vital yang menghubungkan sejumlah permukiman dan pusat ekonomi lokal praktis lumpuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wahid menilai pemerintah provinsi tidak memiliki sense of urgency terhadap persoalan yang terus berulang ini. Sejak terjadinya bencana hidrometeorologi, kata dia saat di hubungi media ini melalui WhatsAppnya. Kamis ( 2/4/26).

jalan provinsi di wilayah tengah dibiarkan tanpa perbaikan berarti. “Yang ada hanya kerja cilet-ciket, tambal sulam tanpa perencanaan matang. Hasilnya, rusak lagi, rusak lagi,” ujarnya.

Ia menegaskan, pendekatan sporadis seperti itu tidak hanya membuang anggaran, tetapi juga memperpanjang penderitaan masyarakat. Ketika jalan tak bisa dilalui, distribusi logistik terganggu, harga kebutuhan melonjak, dan aktivitas ekonomi tersendat.

Wahid juga menyoroti lemahnya pengawasan pemerintah terhadap aktivitas yang berpotensi memperparah kerusakan lingkungan di kawasan sekitar.

Menurutnya, wilayah tengah Aceh selama ini kerap menjadi korban eksploitasi tanpa diimbangi tanggung jawab pemulihan. Dampaknya kini dirasakan langsung oleh masyarakat dalam bentuk infrastruktur yang tidak layak.

 

Kritik ini sekaligus menjadi peringatan bahwa pembiaran berlarut-larut hanya akan memperbesar biaya perbaikan di masa depan.

Wahid mendesak pemerintah segera turun tangan, tidak sekadar melakukan tambal sulam, melainkan membangun ulang jalan dengan standar yang memadai dan berkelanjutan.

Hingga kini, belum terlihat langkah konkret dari pemerintah provinsi untuk menangani kondisi tersebut secara serius. Sementara itu, warga terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh atau menunda aktivitas mereka. Jalan yang seharusnya menghubungkan, justru kini menjadi simbol keterputusan antara kebijakan dan kebutuhan rakyat.( Ns)

Berita Terkait

PT Rosin Chemicals Indonesia Diduga “Kibuli” Puslabfor Mabes Polri, Perlibas Gayo Minta Penegakan Hukum Lingkungan Secara Tegas
“Petani Kelapa Menjerit” Harga Tak Kunjung Membaik, ADT Si Anak Parit Minta Presiden Prabowo Bangun Pabrik Hilirisasi Kelapa di Inhil
Ahmad Soadikin: Sanksi Paksaan Pemerintah Bukti Dugaan Pelanggaran PT Rosin Sudah Terbukti Sah
PT Rosin Dipandang Hanya Mengubah Tampilan, Sementara Masalah Lama Masih Belum Terselesaikan
Polda Aceh Diminta Tak Lamban Saat PT Rosin Kembali Dipersoalkan Sebagai Perusahaan yang Seolah Kebal Hukum
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
GPA Sultra Desak Mabes Polri Turun Tangan Berantas Tambang Ilegal di Konawe
LIRA Sebut PT Rosin Masih Menyisakan Masalah Besar pada Perizinan dan Tata Kelola

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:36 WIB

Ahmad Soadikin: Sanksi Paksaan Pemerintah Bukti Dugaan Pelanggaran PT Rosin Sudah Terbukti Sah

Kamis, 7 Mei 2026 - 01:44 WIB

PT Rosin Dipandang Hanya Mengubah Tampilan, Sementara Masalah Lama Masih Belum Terselesaikan

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:29 WIB

Polda Aceh Diminta Tak Lamban Saat PT Rosin Kembali Dipersoalkan Sebagai Perusahaan yang Seolah Kebal Hukum

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:48 WIB

Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI

Senin, 4 Mei 2026 - 18:58 WIB

LIRA Sebut PT Rosin Masih Menyisakan Masalah Besar pada Perizinan dan Tata Kelola

Senin, 4 Mei 2026 - 10:49 WIB

Satreskrim Polres Gayo Lues Bekuk Residivis Pelaku Pencurian di Blangkejeren

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:52 WIB

LIRA Soroti Dugaan PT Rosin Menerima Getah Tanpa Dokumen Sah dan Mengolahnya dalam Skema Tak Jelas

Rabu, 29 April 2026 - 15:59 WIB

Asal Getah PT Rosin Dipertanyakan, LIRA Dukung Pembekuan Operasional sampai Legalitas Dibuka

Berita Terbaru