Gayo Lues -Sudah dua bulan berlalu sejak banjir bandang dan bencana longsor melanda kawasan Pasir Putih, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. Namun hingga kini, wilayah tersebut masih terisolasi total akibat terputusnya akses jalan utama yang menghubungkan Pining dengan kecamatan dan kabupaten lain.
Kepala Desa Pasir Putih, Kamaruddin, mengatakan belum ada penanganan nyata dari pemerintah terhadap kerusakan jalan sepanjang sekitar 20 kilometer yang menghubungkan Kecamatan Pining dengan Kecamatan Serbajadi. Jalan tersebut merupakan jalur vital penghubung Kabupaten Gayo Lues dengan Kabupaten Aceh Timur dan berstatus sebagai jalan provinsi.
Kerusakan terjadi sejak akhir November 2025, namun hingga akhir Januari 2026 belum terlihat pengerjaan perbaikan yang signifikan.
Menurut Kamaruddin, keterisolasian ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Warga kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok seperti bahan pangan dan obat-obatan, serta terhambat dalam mendistribusikan hasil pertanian. Kondisi itu dikhawatirkan semakin memburuk menjelang bulan suci Ramadan, ketika kebutuhan logistik masyarakat meningkat.
“Kami sudah dua bulan terputus total. Masyarakat benar-benar menderita,” kata Kamaruddin dalam pernyataannya pada Selasa, (27 /1/2026).
Ia meminta perhatian pemerintah pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, agar segera mengambil langkah konkret untuk membuka kembali akses jalan yang terputus. Selain itu, ia juga mendesak Gubernur Aceh serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh untuk segera menurunkan tim teknis ke lokasi guna mempercepat perbaikan jalan provinsi tersebut.
Kamaruddin berharap para pemimpin daerah dan pusat tidak menutup mata terhadap kondisi masyarakat Pasir Putih yang telah lama menanggung dampak bencana. Menurut dia, pembukaan akses jalan merupakan kebutuhan mendesak demi keberlangsungan hidup warga serta pemulihan ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.
Warga Pasir Putih berharap Ramadan tahun ini dapat dijalani dengan kondisi yang lebih baik setelah dua bulan hidup dalam keterisolasian. Hingga kini, mereka masih menantikan kepastian dan respons nyata dari pemerintah atas jeritan yang telah berulang kali disampaikan.( As).






























