Oleh : Nor Hamidah (Pemerhati Sosial)
“Ubur-ubur ikan lele, bunuh diri makin meningkat lee”, demikian sepenggal pantun yang lagi viral. Benar saja terjadi lagi kejadian bunuh diri pada Warga Perumahan Jakarta Hills Sungai Kunjang Kalimantan Timur. Digemparkan dengan penemuan seorang pria berinisial A tewas gantung diri di rumahnya, Senin (20/1/25).
Sebelum kejadian tragis ini, korban diketahui terlibat pertengkaran dengan keluarganya. Haji Rian, ketua Lingkungan Cluster Hindia, menyebutkan korban baru tinggal di kawasan tersebut sekitar sebelum terakhir. Sebelum kejadian, sering mendengar korban bertengkar dengan istrinya. Bahkan, istrinya sempat pulang kampung.
Tidak hanya itu, pernah terjadi juga seorang wanita yang ingin bunuh diri terjun dari jembatan Sungai Mahakam Samarinda. Namun berhasil diselamatkan oleh seorang warga.
Kasus bunuh diri atau percobaan bunuh diri bukan hanya sekali terjadi di Kaltim, bahkan sudah menjadi tren. Bunuh diri dianggap sebagai solusi yang tepat untuk keluar dari permasalahan hidup.
Masalah finansial, seperti kemiskinan, utang yang sangat besar, atau kehilangan pekerjaan, sering menjadi pemicu utama rasa putus asa. Ketimpangan ekonomi dan tekanan hidup yang terus meningkat dapat membuat individu merasa gagal atau tidak berguna.
Dalam sistem sekulerisme kapitalisme ini menunjukkan gagalnya sistem pendidikan dalam mencetak individu yang bermental kuat, serta gagalnya negara dalam mengurus rakyat dan menjaga kesehatan mental rakyat. Media kadang menggambarkan bunuh diri sebagai “jalan keluar,” yang bisa mempengaruhi individu dengan mentalitas rapuh.
Semua itu bukan masalah personal semata, melainkan masalah sistematis. Solusi yang layak untuk menghilangkan tren bunuh diri juga harus tepat dan sistematis. Islamlah jawabannya.
Dalam Islam, hidup adalah amanah dari Allah dan seseorang tidak boleh mengakhiri hidupnya sendiri. Seperti firman Allah:
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisa: 29)
Mengingat bahwa setiap ujian adalah bagian dari takdir Allah:
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)
Islam melarang sistem ekonomi yang menindas seperti riba dan kapitalisme yang sering menjadi penyebab tekanan hidup sehingga menyebabkan bunuh diri. Islam menjadikan negara sebagai Ra’in yang akan mengurus rakyat dan memberikan kehidupan terbaik melalui terwujudnya sistem kesehatan masyarakat yang terbaik.
Penerapan Syariat Islam kaffah oleh negara akan menjamin terwujudnya kesejahteraan dan ketentraman. Selanjutnya terpenuhinya jaminan untuk menjaga setiap rakyat memiliki jiwa dan raga yang sehat dan kuat.
Wallahu ‘laam bishowab






























