SISTEM KAPITALISME MENAMBAH DERETAN PELAKU BUNUH DIRI

DETIK TIME

- Author

Jumat, 31 Januari 2025 - 14:19 WIB

5013 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Nor Hamidah (Pemerhati Sosial)

“Ubur-ubur ikan lele, bunuh diri makin meningkat lee”, demikian sepenggal pantun yang lagi viral. Benar saja terjadi lagi kejadian bunuh diri pada Warga Perumahan Jakarta Hills Sungai Kunjang Kalimantan Timur. Digemparkan dengan penemuan seorang pria berinisial A tewas gantung diri di rumahnya, Senin (20/1/25).

Sebelum kejadian tragis ini, korban diketahui terlibat pertengkaran dengan keluarganya. Haji Rian, ketua Lingkungan Cluster Hindia, menyebutkan korban baru tinggal di kawasan tersebut sekitar sebelum terakhir. Sebelum kejadian, sering mendengar korban bertengkar dengan istrinya. Bahkan, istrinya sempat pulang kampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak hanya itu, pernah terjadi juga seorang wanita yang ingin bunuh diri terjun dari jembatan Sungai Mahakam Samarinda. Namun berhasil diselamatkan oleh seorang warga.

Kasus bunuh diri atau percobaan bunuh diri bukan hanya sekali terjadi di Kaltim, bahkan sudah menjadi tren. Bunuh diri dianggap sebagai solusi yang tepat untuk keluar dari permasalahan hidup.

Masalah finansial, seperti kemiskinan, utang yang sangat besar, atau kehilangan pekerjaan, sering menjadi pemicu utama rasa putus asa. Ketimpangan ekonomi dan tekanan hidup yang terus meningkat dapat membuat individu merasa gagal atau tidak berguna.

Dalam sistem sekulerisme kapitalisme ini menunjukkan gagalnya sistem pendidikan dalam mencetak individu yang bermental kuat, serta gagalnya negara dalam mengurus rakyat dan menjaga kesehatan mental rakyat. Media kadang menggambarkan bunuh diri sebagai “jalan keluar,” yang bisa mempengaruhi individu dengan mentalitas rapuh.

Semua itu bukan masalah personal semata, melainkan masalah sistematis. Solusi yang layak untuk menghilangkan tren bunuh diri juga harus tepat dan sistematis. Islamlah jawabannya.

Dalam Islam, hidup adalah amanah dari Allah dan seseorang tidak boleh mengakhiri hidupnya sendiri. Seperti firman Allah:
“Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisa: 29)

Mengingat bahwa setiap ujian adalah bagian dari takdir Allah:
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)

Islam melarang sistem ekonomi yang menindas seperti riba dan kapitalisme yang sering menjadi penyebab tekanan hidup sehingga menyebabkan bunuh diri. Islam menjadikan negara sebagai Ra’in yang akan mengurus rakyat dan memberikan kehidupan terbaik melalui terwujudnya sistem kesehatan masyarakat yang terbaik.

Penerapan Syariat Islam kaffah oleh negara akan menjamin terwujudnya kesejahteraan dan ketentraman. Selanjutnya terpenuhinya jaminan untuk menjaga setiap rakyat memiliki jiwa dan raga yang sehat dan kuat.
Wallahu ‘laam bishowab

Berita Terkait

Koruptor Adalah Satwa Liar Yang Paling Dilindungi di Indonesia? Ketika Uang Menjadi Tuhan, Rakyat Hanya di Jadiakn Korbannya, Akankah Nasib NKRI Bisa Bertahan 2045?
Ketika Polisi Merangsek ke Ranah Sipil, Kemana Mahasiswa dan Pejuang Demokrasi
Halsel Darurat Kasus Kekerasan Seksual

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 13:50 WIB

Desak Usut Tuntas Dugaan Fasilitasi Konferensi Pers Hotman Paris di Kejagung: Tidak Lazim Kuasa Hukum Tersangka Korupsi Diberi Panggung Khusus

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:50 WIB

Aktivis Muda Karawang Serukan Kebangkitan Nasional Lewat Aksi Nyata dan Kepedulian Sosial

Rabu, 29 April 2026 - 14:20 WIB

Polda Riau Raih IKPA Terbaik Nasional Kategori Pagu Sedang Di Rakernis Polri 2026

Minggu, 12 April 2026 - 10:22 WIB

Ratusan Anak Antusias Ikuti Khitan Massal Gratis oleh PDBN, PGSI dan RSINU Kerjasama Bank BTN

Jumat, 10 April 2026 - 13:00 WIB

Menteri IMIPAS Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika di Lapas dan Rutan

Jumat, 3 April 2026 - 09:12 WIB

BPN Kepri, Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Optimalisasi Sertipikasi 4.800 Tanah Wakaf dan Rumah Ibadah

Rabu, 1 April 2026 - 05:46 WIB

Korlantas Polri Dipuji, PW GP Al Washliyah DKI Nilai Mudik 2026 Penuh Nilai Kemanusiaan

Rabu, 18 Maret 2026 - 08:11 WIB

Aksi Nyata Lapas Binjai, Fogging Intensif Ciptakan Lingkungan Bersih dan Aman

Berita Terbaru