Gayo Lues -Akses jalan penghubung antar kampung dan desa di Kecamatan Tripe Jaya, Kabupaten Gayo Lues, hingga saat ini masih mengalami kelumpuhan total untuk kendaraan roda empat. Kondisi badan jalan yang rusak parah dan berlumpur menyebabkan kendaraan tidak dapat melintas, bahkan kendaraan roda dua pun harus melintas dengan tingkat kesulitan yang tinggi.
Sejumlah desa terdampak secara langsung akibat terputusnya akses tersebut, antara lain Desa Perlak, UPT Paya Kumer, dan UPT Pantan Kela. Selain itu, masyarakat di Desa Butul Musara, Kuala Jernih, dan Rerebe yang sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan turut merasakan dampak signifikan, terutama dalam distribusi hasil pertanian dan mobilitas harian.
Kerusakan jalan diperparah oleh terjadinya longsor akibat bencana hidrometeorologi pada 26 November lalu di wilayah Tetumpun, Desa Rerebe. Longsoran material tanah sempat menutup badan jalan dan mengakibatkan terputusnya akses utama antar desa.
Upaya penanganan darurat telah dilakukan melalui kerja bakti masyarakat setempat dengan dukungan aparat TNI, termasuk bantuan dari batalion dan Danramil setempat. Saat ini, akses jalan tersebut sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua. Namun demikian, hingga kini kendaraan roda empat masih belum dapat melintas.
“Jalan ini merupakan akses vital bagi masyarakat antar desa. Layanan pendidikan, kesehatan, serta aktivitas perekonomian masyarakat sangat bergantung pada jalur ini, mengingat SMA, puskesmas, dan kantor pajak berada di Desa Rerebe,” ujar Am. Anidias, tokoh masyarkat Tripe Jaya. ( Rabu ( 04/02/2026).
Ia berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera mengambil langkah penanganan yang lebih permanen agar akses penghubung antar desa tersebut dapat kembali difungsikan secara normal demi menunjang pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.( Tr)






























