Gayo Lues, 6 Oktober 2025 — Tanaman vanili di Desa Pasir, Kecamatan Tripe Jaya, terlihat tumbuh subur dengan deretan polong hijau yang menggantung di batang penopang. Daun-daunnya yang tebal dan hijau menandakan kondisi tanaman sehat serta terawat dengan baik. Sejumlah polong yang masih muda tampak menunggu waktu untuk dipanen, mengingat masa panen vanili biasanya berlangsung delapan hingga sembilan bulan setelah proses penyerbukan.
Warga setempat mengaku perawatan vanili membutuhkan ketelatenan. Tanaman ini harus dijaga kelembapan lingkungannya tanpa membiarkan tanah terlalu becek, sementara sirkulasi udara juga perlu diperhatikan agar tidak muncul serangan jamur. Pemangkasan ringan dan pemupukan organik kerap dilakukan untuk menjaga produktivitas tanaman.
Cuaca di Kabupaten Gayo Lues yang relatif sejuk dengan curah hujan merata sepanjang tahun turut mendukung pertumbuhan vanili. Kondisi alam tersebut membuat kelembapan tanah dan udara tetap terjaga, sehingga tanaman merambat ini dapat berkembang optimal. Iklim pegunungan yang khas juga menjadi faktor penting yang membedakan kualitas vanili dari daerah ini.
Menurut Aman Rafa, salah satu petani vanili di Desa Pasir, kondisi saat ini memberi harapan besar bagi para petani. “Alhamdulillah, tanaman kami tumbuh baik. Semoga panen tahun ini bisa menghasilkan vanili berkualitas dan memberi manfaat lebih bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan kondisi saat ini, peluang panen diprediksi cukup baik. Para petani berharap polong yang mulai terbentuk bisa menghasilkan kualitas vanili yang tinggi setelah melalui proses pemanenan dan pengolahan pascapanen yang cermat. Vanili, yang dikenal sebagai salah satu komoditas bernilai tinggi di pasar internasional, masih menjadi andalan sebagian masyarakat untuk menambah penghasilan sekaligus menjaga tradisi bertani yang diwariskan turun-temurun.( Hp).






























