PW GPA DKI Jakarta Kecam Pihak yang Ingin Adu Domba TNI dan Mahasiswa: Isu Murahan, Jangan Mudah Terprovokasi

DETIK TIME

- Author

Sabtu, 26 April 2025 - 08:45 WIB

502 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al-Wasliyah (PW GPA) DKI Jakarta mengaku heran dengan oknum yang tak bertanggung jawab yang terkesan alergi terhadap kehadiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) di lingkungan kampus dan Perguruan Tinggi.

Kami mengecam keras atas narasi sesat yang dilontarkan pihak tertentu. Ia menduga ada oknum pihak tertentu yang ingin mengadu domba antara mahasiswa dan TNI.

Dedi menilai, ada segelintir pihak yang tak ingin melihat komunikatif mahasiswa, kampus, dan TNI berjalan dengan baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menurutnya, bahwa kehadiran dan sinergitas Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan elemen mahasiswa harus kita apresiasi dan dukung untuk memperkuat persatuan dalam menghadapi tantangan geopolitic global,” kata Ketua PW GPA DKI Jakarta, Dedi Siregar dalam siaran persnya, di Jakarta, Sabtu (26/4/2025).

“Sebagai kelompok intelektual, tentu kita pernah mengalami dinamika kehidupan kampus kuliah, berorganisasi, berdiskusi, hingga berinteraksi dengan berbagai pihak termasuk TNI. Saya tidak pernah merasakan adanya intimidasi ataupun tindakan represif. Oleh sebab itu, Stop buat opini liar. Jangan lebay,” tegasnya.

Akivis Pemuda Islam ini menegaskan, selama ini justru banyak anggota TNI yang aktif membantu mahasiswa maupun sivitas kampus lainnya dalam menjalankan aktivitas sosial dan pengabdian kepada masyarakat, terutama di daerah-daerah terpencil.

“Salah satu contohnya adalah keterlibatan TNI dalam memfasilitasi dan mengawal program SM3T (Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal) yang melibatkan mahasiswa-mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi”, jelasnya.

Ia menambahkan, sinergitas antara TNI dan kampus bukanlah hal baru. Sejumlah kegiatan seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), pelatihan bela negara, hingga kegiatan tanggap bencana sering kali melibatkan TNI secara aktif.

“Hal ini menjadi bukti bahwa TNI lahir dari rahim raykat serta justru berkontribusi positif terhadap penguatan karakter generasi muda dan wawasan kebangsaan mahasiswa”, tandasnya.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, bahwa kekhawatiran berlebihan terhadap kehadiran TNI di kampus justru mengaburkan fakta-fakta sinergi positif yang sudah terjalin lama.

“TNI tidak sedang menggantikan peran akademisi atau mahasiswa, melainkan hadir sebagai mitra strategis dalam memperkuat ketahanan nasional dari lingkungan kampus,” sambungnya.

Dalam konteks global yang penuh tantangan, kampus sebagai pusat ilmu dan moral. Menurut Dedi, tidak bisa bersikap eksklusif.

Maka dari itu, kehadiran TNI dalam berbagai kegiatan bukanlah bentuk intervensi militer, tetapi bentuk kolaborasi strategis untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan berdaya saing tinggi di tingkat global.

“Sudah saatnya kita melihat kehadiran TNI dari kacamata objektif dan konstruktif. Jangan sampai kampus terjebak pada narasi murahan yang hanya menciptakan sekat-sekat semu di tengah urgensi sinergi kebangsaan,” pungkasnya.

Salam Hormat,
Pimpinan Wilayah
Gerakan Pemuda Al Washliyah DKI Jakarta

Dedi Siregar
Ketua

Berita Terkait

Bursa Capres 2029 : Prabowo, Samsuri, S.Pd.I, M.A dan Anies, 3 Nama Calon Kuat untuk Pilpres 2029
PW GP Al Washliyah DKI Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Polri Ungkap Dugaan Korupsi Batu Bara, Jangan Ada Intervemsi
Rumah Moderasi Sampaikan Dukungan Ke Polri, Ingatkan Potensi Ancaman Radikal Bagi Anak Bangsa Melalui Ruang Digital
PMAKI Gelar Bimbingan Teknis Peran Serta Masyarakat dalam Pemberantasan Korupsi, Tekankan Penguatan Integritas Pendidikan dan Kepemimpinan Berintegritas
Ketegasan DPR RI Yasonna Laoly Patut Dicontoh, Negara Harus Hadir Lindungi Rakyat
HIMLAB RAYA Jakarta: Narasi “Bungkam Demokrasi Desa Di Labusel” Perlu Dikaji Secara Objektif dan Berdasarkan Fakta
Zulhas Dinilai Heroik Ungkap Potensi Pemborosan, PW GPA DKI Tolak Narasi Framing Negatif
Samsuri Calon Presiden RI 2029, Idola Rakyat Indonesia

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 13:50 WIB

Desak Usut Tuntas Dugaan Fasilitasi Konferensi Pers Hotman Paris di Kejagung: Tidak Lazim Kuasa Hukum Tersangka Korupsi Diberi Panggung Khusus

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:50 WIB

Aktivis Muda Karawang Serukan Kebangkitan Nasional Lewat Aksi Nyata dan Kepedulian Sosial

Rabu, 29 April 2026 - 14:20 WIB

Polda Riau Raih IKPA Terbaik Nasional Kategori Pagu Sedang Di Rakernis Polri 2026

Minggu, 12 April 2026 - 10:22 WIB

Ratusan Anak Antusias Ikuti Khitan Massal Gratis oleh PDBN, PGSI dan RSINU Kerjasama Bank BTN

Jumat, 10 April 2026 - 13:00 WIB

Menteri IMIPAS Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkotika di Lapas dan Rutan

Jumat, 3 April 2026 - 09:12 WIB

BPN Kepri, Kemenag Kepri dan Kejati Kepri, Optimalisasi Sertipikasi 4.800 Tanah Wakaf dan Rumah Ibadah

Rabu, 1 April 2026 - 05:46 WIB

Korlantas Polri Dipuji, PW GP Al Washliyah DKI Nilai Mudik 2026 Penuh Nilai Kemanusiaan

Rabu, 18 Maret 2026 - 08:11 WIB

Aksi Nyata Lapas Binjai, Fogging Intensif Ciptakan Lingkungan Bersih dan Aman

Berita Terbaru